Rindu Ruh Tarbiyah

By kpranarja

Aku rindu pada zaman
Ketika Halaqoh adalah kebutuhan, bukan hiburan apalagi sambilan.
Aku rindu pada zaman
Ketika membina menjadi kewajiban, bukan pilihan apalagi beban yang memberatkan.
Aku rindu pada zaman
Ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelengkap program yang dipaksakan.
Aku rindu pada zaman
Ketika talimat aksi mendadak, dengan ongkos ngepas dan tempat tidak jelas.
Aku rindu pada zaman
Ketika Tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan.
Aku rindu pada zaman
Ketika nasihat menjadi kesenangan bukan Su-u dzan dan menjatuhkan.
Aku rindu pada zaman
Ketika hadir di Liqo adalah kerinduan, bukan agenda yang membosankan.
Aku rindu pada zaman
Ketika terlambat di Liqo adalah kelalaian, bukan kebiasaan yang tak ada kesan.
Aku rindu pada zaman
Ketika hadir di liqo selalu membawa Qur’an terjemahan dan sedikit hafalan.
Aku rindu pada zaman
Ketika malam pintu diketuk untuk mendapatkan berita dan kumpul subuh harinya.
Aku rindu pada zaman
Ketika akhwat dan ikhwan berpapasan saling menunduk dan menjauh.
Aku rindu pada zaman
Ketika seorang ikhwah akan menikah cuma bilang “Kang ane siap nikah!”, tidak pilih-pilih mencari apalagi ngetek jauh-jauh hari.
Aku rindu pada zaman
Ketika para akhwat dikeluarkan dari sekolah karena jilbab-jilbab mereka.
Aku rindu pada zaman
Ketika seorang akhwat kabur dari rumah ketika akan walimah, karena akan ikhtilat di hari pestanya.
Aku rindu pada zaman
Ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan apalagi hujatan.
Aku rindu pada zaman
Ketika amar adalah ketaatan, bukan perbincangan dan pelecehan.
Aku rindu pada zaman
Ketika para ikhwah sangat ketat menjaga pandangan
Aku rindu pada zaman
Ketika kampus benar-benar markas halaqoh aktifis
Aku rindu pada zaman
Ketika nasyid ghurobah menjadi lagu kebangsaan
Aku rindu pada zaman itu
Aku rindu
Ya Allah…
Jangan Kau buang kenikmatan berdakwah dari hati-hati ini
Ya Allah…
Jangan Kau hilangkan keasyikan berjamah dalam hidup ini.
Meski tantangan keterbukaan da’wah tak terelakan

send by fahmi_alqassam@yahoo.com

Tags:

Leave a Reply