<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Welcome to myCyberHome</title>
	<atom:link href="http://kpranarja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kpranarja.wordpress.com</link>
	<description>home of inspiration, aspiration, emotion....etc.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Jul 2009 10:00:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kpranarja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Welcome to myCyberHome</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kpranarja.wordpress.com/osd.xml" title="Welcome to myCyberHome" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kpranarja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Muhammad Al-Fatih: The Conqueror</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/muhammad-al-fatih-the-conqueror/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/muhammad-al-fatih-the-conqueror/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 09:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Otobiografi]]></category>
		<category><![CDATA[Do'aku untuk anaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim] “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=44&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]</p>
<p>“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]</p>
<p><span id="more-44"></span><strong>Muhammad Al-Fatih</strong> <strong>(1)</strong></p>
<p><strong>Menerima Jabatan Khalifah Sejak Belia</strong></p>
<p>Usia beliau masih sangat muda, boleh dibilang masih kanak-kanak tatkala ayahandanya, Sultan Murad II, pensiun dini dari mengurus khilafah. Sang Ayah berniat untuk beruzlah di tempat yang sepi dari keramaian politik. Roda kepemimpinan diserahkan kepada puteranya, Muhammad, yang sebenarnya saat itu masih belum cukup umur. Mengingat saat itu wilayah Islam sudah membentang luas dari Maroko sampai Marouke.</p>
<p>Namun kebeliaannya tidak membuat prestasinya berkurang. Justru sejarah mencatat bahwa di masa kepemimpinan beliau, silsilah khilafah Bani Utsmani mencapai kejayaan terbesarnya, yaitu menaklukkan benua Eropa sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya oleh Rasulullah SAW.</p>
<p>Kecakapan Muhammad cukup masuk akal, mengingat sejak kecil beliau telah mendapatkan berbagai macam pembinaan diri dan pendalaman ilmu-ilmu agama. Sang Ayah memang secara khusus meminta kepada para ulama untuk mendidiknya, karena nantinya akan menjadi khalifah tertinggi. Mulai dari bahasa Arab, tafsir, hadits, fiqih sampai ke ilmu sistem pengaturan negara, telah beliau lahap sejak usia diri. Bahkan termasuk ilmu strategi perang dan militer adalah makanan sehari-hari.</p>
<p><strong>Siapa Yang Jadi Khalifah?</strong></p>
<p>Sultan Murad II berhenti dari jabatannya di tengah begitu banyak problem, baik internal maupun eksternal. Sementara khilafah sedang menghadapi serangan bertubi-tubi dari tentara kerajaan Romawi Timur.</p>
<p>Sebagai khalifah yang masih sangat belia, Muhammad Al-Fatih kemudian berinisiatif untuk mengirim utusan kepada ayahandanya dengan membawa pesan. Isinya cukup unik untuk mengajak sang ayahanda tidak berdiam diri menghadapi masalah negara.</p>
<p>&#8220;Siapakah yang saat ini menjadi khalifah: saya atau ayah? Kalau saya yang menjadi khalifah, maka sebagai khalifah, saya perintahkan ayahanda untuk datang kemari ikut membela negara. Tapi kalau ayahanda yang menjadi khalifah, maka seharusnya seorang khalifah berada di tengah rakyatnya dalam situasi seperti ini&#8221;</p>
<p><strong>Menembus Eropa</strong></p>
<p>Setiap pahlawan Islam selalu bercita-cita untuk menjadi orang yang dimaksud Rasulullah SAW dalam haditsnya sebagai panglima yang terbaik dan tentaranya tentara yang terbaik dan membebaskan Konstantinopel agar terbebas dari kekuasaan Romawi.</p>
<p>Sudah sejak Rasulullah SAW masih hidup, beliau sudah berupaya menjadikan penguasa di Konstatinopel menjadi muslim. Selembar surat ajakan masuk Islam dari nabi SAW telah diterima Kaisar Heraklius di kota ini.</p>
<p><strong>Dari Muhammad utusan Allah kepada Heraklius raja Romawi.</strong></p>
<p><strong>Bismillahirrahmanirrahim, salamun &#8216;ala manittaba&#8217;al-huda, Amma ba&#8217;du,</strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya Aku mengajak anda untuk memeluk agama Islam. Masuk Islam lah Anda akan selamat dan Allah akan memberikan Anda dua pahala. Tapi kalau Anda menolak, Anda harus menanggung dosa orang-orang Aritsiyyin.&#8221;</strong></p>
<p>Dikabarkan bahwa saat menerima surat ajakan masuk Islam itu, Kaisar Heraklius cukup menghormati dan membalas dengan mengirim hadiah penghormatan. Namun dia mengakui bahwa dirinya belum siap untuk memeluk Islam.</p>
<p>Di masa shahabat, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Umar radhiyallahu &#8216;anhu, Khalid bin Walid dikirim sebagai panglima perang menghadapi pasukan Romawi. Khalid memang mampu membebaskan sebagian wilayah Romawi dan menguasai Damaskus serta Palestina (Al-Quds). Tapi tetap saja ibukota Romawi Timur saat itu, Konstantinopel, masih belum tersentuh.</p>
<p>Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan yang merebut Al-Quds sekalipun, ternyata masih belum mampu membebaskan Konstantinopel. Padahal beliau pernah mengalahkan serangan tentara gabungan dari Eropa pimpinan Richard The Lion Heart dalam perang Salib. Ternyata membebaskan kota warisan Kaisar Heraklius bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kecerdasan, keuletan dan tentunya, kekuatan yang mumpuni untuk pekerjaan sebesar itu.</p>
<p>Dan ternyata Sultan Muhammad Al-Fatih orangnya. Beliau adalah sosok yang telah ditunggu umat Islam sepanjang sejarah menunggu-nunggu realisasi hadits syarif Muhammad SAW.</p>
<p>Tidak mudah memang untuk membebaskan Istanbul yang sebelumnya bernama Konstantinopel ini. Kotanya cukup unik, karena berada di dua benua, Asia dan Eropa. Di tengah kota ada selat Bosporus yang membentang, ditambah benteng-benteng yang cukup merata.</p>
<p>Tetapi Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah menyerah. Sejarah mencatat beliau telah memerintahkan para ahli dan insinyurnya untuk membuat sebuah senjata terdahsyat, yaitu sebuah meriam raksasa. Suaranya saja mampu menggetarkan nyali lawan dan berpeluru logam baja. Meriam ini mampu menembak dari jarak jauh serta meluluh-lantakkan benteng Bosporus.</p>
<p>Inilah barangkali meriam terbesar yang pernah dibuat manusia. Sebelumnya dari sejarah para penakluk, belum pernah ada tentara manapun yang punya meriam raksasa sebesar ini.</p>
<p><strong>Muhammad Al-Fatih</strong> <strong>(2)</strong></p>
<p>Sultan Muhammad Al-Fatih, beliau tidak pernah meninggalkan tahajjud dan shalat rawatib sejak baligh hingga wafatnya, menguasai 6 bahasa, ahli strategi perang dan tata kota</p>
<p>Dalam bahasa Turki, Muhammad sering disebut dengan Fatih Sultan Mehmet. Beliau lahir 30 Maret 1432 dan wafat 3 Mei 1481.</p>
<p><strong>Pribadi Shalih</strong></p>
<p>Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak baligh hingga saat wafat. Dan kedekatannya kepada Allah SWT ditularkan kepada tentaranya. Tentara Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh. Dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajud sejak baligh.</p>
<p>Itulah barangkali kunci utama keberhasilan beliau dan tentaranya dalam menaklukkan kota yang dijanjikan nabi SAW. Rupanya kekuatan beliau bukan terletak pada kekuatan pisik, tapi dari sisi kedekatan kepada Allah, nyata bahwa beliau dan tentaranya sangat menjaga hubungan kedekatan, lewat shalat wajib, tahajjud dan sunnah rawatib lainnya</p>
<p><strong>S</strong><strong>ang Penakluk atau Sang Pembebas?</strong></p>
<p>Karena prestasinya menaklukkan Konstantinopel, Muhammad kemudian mendapat gelar “Al-Fatih”. Artinya sang pembebas. Barangkali karena para pelaku sejarah sebelumnya tidak pernah berhasil melakukannya, meski telah dijanjikan nabi SAW.</p>
<p>Namun orang barat menyebutkan The Conqueror, Sang Penakluk. Ada kesan bila menggunakan kata &#8220;Sang Penakluk&#8221; bahwa beliau seolah-olah penguasa yang keras dan kejam. Padahal gelar yang sebenarnya dalam bahasa arab adalah Al-Fatih. Berasal dari kata: fataha &#8211; yaftahu. Artinya membuka atau membebaskan. Kata ini terkesan lebih santun dan lebih beradab. Karena pada hakikatnya, yang beliau lakukan bukan sekedar penaklukan, melainkan pembebasan menuju kepada iman dan Islam.</p>
<p>Beliau merupakan seseorang yang sangat ahli dalam berperang dan pandai berkuda. Ada yang mengatakan bahwa sebagian hidupnya dihabiskan di atas kudanya.</p>
<p>Yang lebih menarik, meski beliau punya kedudukan tertinggi dalam struktur pemerintahan, namun karena keahlian beliau dalam ilmu strategi perang, hampir seluruh perjalanan jihad tentaranya ia pimpin secara langsung. Bahkan ia tetap berangkat berjihad kendati sedang menderita suatu penyakit.</p>
<p><strong>Tata Negara dan Administrasi</strong></p>
<p>Selain sebagai ahli perang dan punya peran besar dalam hal perluasan wilayah Islam, beliau juga ahli di bidang penataan negara, baik secara pisik maupun dalam birokrasi dan hukum. Kehebatan beliau dalam menata negerinya menjadi negeri yang sangat maju diakui oleh banyak ilmuwan. Bahkan secara serius belaiu banyak melakukan perbaikan dalam hal perekonomian, pendidikan dan lain-lain.</p>
<p>Dalam kepemimpinannya, Istambul dalam waktu singkat sudah menjadi pusat pemerintahan yang sangat indah dan maju di samping sebagai bandar ekonomi yang sukses.</p>
<p>Beliau juga dikenal sebagai pakar dalam bidang ketentaraan, sains, matematika. Beliau memenguasai 6 bahasa sejak berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat namun tawadhu&#8217;.</p>
<p><strong>Mentarbiyah Tentara </strong></p>
<p>Satu hal yang jarang diingat orang adalah proses pembentukan pasukan yang sangat profesional. Pembibitan dilakukan sejak calon prajurit masih kecil. Ada team khusus yang disebarkan ke seluruh wilayah Turki dan sekitarnya seperti Balkan dan Eropa Timur untuk mencari anak-anak yang paling pandai IQ-nya, paling rajin ibadahnya dan paling kuat pisiknya. Lalu ditawarka kepada kedua orang tuanya sebuah kontrak jangka panjang untuk ikut dalam tarbiyah (pembinaan) sejak dini.</p>
<p>Bila kontrak ini ditandatangani dan anaknya memang berminat, maka seluruh kebutuhan hidupnya langsung ditanggung negara. Anak itu kemudian mulai mendapat bimbingan agama, ilmu pengetahuan dan militer sejak kecil. Mereka sejak awal sudah dipilih dan diseleksi serta dipersiapkan.</p>
<p>Maka tidak heran kalau tentara Muhammad Al-FAtih adalah tentara yang paling rajin shalat, bukan hanya 5 waktu, tetapi juga shalat-shalat sunnah. Sementara dari sisi kecerdasan, mereka memang sudah memilikinya sejak lahir, sehingga penambahan ilmu dan sains menjadi perkara mudah.</p>
<p><strong>Konstantinopel Menjadi Istanbul</strong></p>
<p>Setelah ditaklukan nama Konstatinopel diubah menjadi Islambul yang berarti “Kota Islam”, tapi kemudian penyebutan ini bergeser menjadi Istambul seperti yang biasa kita dengar sekarang.</p>
<p>Sejak saat itu ibu kota khilafah Bani Utstmani beralih ke kota ini dan menjadi pusat peradaban Islam dan dunia selama beberapa abad. Sebab kota ini kemudian dibangun dengan segala bentuk keindahannya, percampuran antara seni Eropa Timur dan Arab.</p>
<p>Gereja dan tempat ibadah non muslim dibiarkan tetap berdiri, tidak diutak-atik sedikit pun. Sementara khalifah membangun gedung dengan arsitektur yang tidak kalah cantiknya dengan gedung-gedung sebelumnya. Sepintas kalau kita lihat gedung peninggalan peradaban masehi sama saja dengan bangunan masjid. Tetapi ternyata tetap ada perbedaan mendasar. Selain masalah salib yang menjadi ciri gereja, bangunan dari peradaban Islam punya dominasi lingkaran dan setengah lingkaran.</p>
<p>Seorang rekan dari Maghrib (Maroko) bercerita bahwa ada nilai falsafah di balik bentuk-bentuk lingkaran atau kubah ang kita lihat dari bentuk masjid, yaitu bahwa Islam itu masuk ke semua dimensi.</p>
<p>Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan bayak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik strategi peperangannya yang dikatakan mendahului zamannya.</p>
<p>Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al-Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.<br />
<strong>www.eramuslim.com/bersambung</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=44&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/muhammad-al-fatih-the-conqueror/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Rukun Bai’at</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/sepuluh-rukun-bai%e2%80%99at/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/sepuluh-rukun-bai%e2%80%99at/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 08:47:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[10 Rukun Bai&#8217;at 1. Fahm Rukun pertama. Dimulai dari Fahm. Pemahaman. Kenapa bermula dari sini ? Prioritas. Ilmu mendahului perkataan dan perbuatan. Kenapa tidak diungkapkan dengan ilmu ? Karena faham adalah tujuan dari ilmu (Yusuf Qardawi). Ilmu sesungguhnya bukan dengan banyaknya hafalan tetapi dalamnya pemahaman. Skema pemahaman dasar yang diinginkan dimiliki oleh ikhwan disebutkan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=40&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>10 Rukun Bai&#8217;at</strong></p>
<p><strong>1. Fahm</strong></p>
<p>Rukun pertama. Dimulai dari Fahm. Pemahaman. Kenapa bermula dari sini ? Prioritas. Ilmu mendahului perkataan dan perbuatan. Kenapa tidak diungkapkan dengan ilmu ? Karena faham adalah tujuan dari ilmu (Yusuf Qardawi). Ilmu sesungguhnya bukan dengan banyaknya hafalan tetapi dalamnya pemahaman. Skema pemahaman dasar yang diinginkan dimiliki oleh ikhwan disebutkan dalam Ushul ‘Isyrin (Dua puluh prinsip pemahaman Islam Ikhwanul Muslimun). Faham adalah prinsip pengetahuan.</p>
<p><span id="more-40"></span><strong>2. Ikhlas</strong><br />
Prinsip motivasi. Motivasi internal yang memberi energi untuk selalu bekerja.</p>
<p><strong>3. Amal</strong></p>
<p>Buah dari fahm dan ikhlas. Tertib amal dari memperbaiki pribadi sampai dengan menjadi guru peradaban. Tertib amal ini terbagi menjadi amal individu (fardi) dan amal kolektif (kolektif). Dalam rukun ini tertib amal yang disebutkan merupakan refleksi cita-cita besar Ikhwan. Mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari.</p>
<p><strong>4. Jihad</strong></p>
<p>Semangat keunggulan. Amal yang dilakukan tidak cukup dilakukan sekedarnya, tetapi perlu dikerjakan hingga memenuhi kualitas jihad.</p>
<p><strong>5. Tadhhiyah</strong></p>
<p>Mencapai keunggulan perlu pengorbanan. Spirit untuk selalu memberi. Ruhul badzl. Tidak ada jihad tanpa pengorbanan.</p>
<p><strong>6. Taat</strong></p>
<p>Semangat yang menggebu, pengorbanan yang banyak tidak boleh salah arah. Karena kerja dilakukan secara kolektif, dalam organisasi, ada kerangka strategi yang perlu diperhatikan. Taat adalah mentaati strategi yang telah ditetapkan.</p>
<p><strong>7. Tsabat</strong></p>
<p>Determinasi diri. Istiqamah. Sabar. Terus bekerja, meski waktu demikian lama. Waktu adalah bagian dari solusi.</p>
<p><strong>8.Tajarrud</strong></p>
<p>Totalitas. Loyalitas terhadap ideologi. Shibghah, mencelupkan diri aqidah secara total.</p>
<p><strong>9. Ukhuwah</strong></p>
<p>Spirit cinta. Hati dan ruh yang berpadu dengan Ikatan aqidah. Dimulai dari lapang dada (salamatus shodr) hingga mengutamakan orang lain (itsar).</p>
<p><strong>10.Tsiqah</strong></p>
<p>Tenangnya hati terhadap kompetensi dan kejujuran pemimpin. Peran pemimpin sebagai orang tua dalam ikatan hati, guru dalam memberi ilmu, syaikh dalam pendidikan ruhani dan komandan dalam menentukan kebjakan dakwah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=40&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/sepuluh-rukun-bai%e2%80%99at/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Risalah Aqiqah Anak Kami&#8230;</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/risalah-aqiqah-anak-kami/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/risalah-aqiqah-anak-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 07:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyLibrary]]></category>
		<category><![CDATA[Semoga Menjadi Anak Yang Sholeh....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[RISALAH AQIQAH UCAPAN SELAMAT UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR Baarokallohulaka fiil mauhuubilaka, wa syakartal waahiba, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birrohu. Semoga Alloh memberikan keberkahan untuk dirimu atas (karunia) yg diberikan kepadamu. Semoga engkau mensyukuri Yang Maha Memberi hingga sang anak menjadi dewasa dan menjadi anak yang berbakti. JAWABANNYA (atas orang yang mengucapkan doa di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=34&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RISALAH AQIQAH</strong></p>
<p><strong>UCAPAN SELAMAT UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR</strong></p>
<p>Baarokallohulaka fiil mauhuubilaka, wa syakartal waahiba, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birrohu.</p>
<p>Semoga Alloh memberikan keberkahan untuk dirimu atas (karunia) yg diberikan kepadamu. Semoga engkau mensyukuri Yang Maha Memberi hingga sang anak menjadi dewasa dan menjadi anak yang berbakti.</p>
<p>JAWABANNYA<br />
(atas orang yang mengucapkan doa di atas kepada kita):</p>
<p>Baarokallohulaka wa baaroka’alaika, wa jazaakallohu khoiron, wa rozaqokallohu mitslahu, wa ajzala tsawaabaka.</p>
<p>Semoga Alloh memberikan berkahnya kepadamu dan dalam segala yang engkau miliki. Semoga Alloh membalas untukmu kebaikan yang banyak dan memberikan (karunia) tang sama kepadamu. Semoga Alloh pun berkenan melipat gandakan pahalamu.</p>
<p><span id="more-34"></span><strong>DO’A UNTUK BAYI YANG BARU DILAHIRKAN</strong></p>
<p>Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin</p>
<p>Artinya: Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)</p>
<p><strong>Menghidupkan Sunnah Nabi saw. dengan ‘Aqiqah</strong></p>
<p>“Barang siapa yang menghidupkan sunnahku disaat terjadi kerusakan pada ummatku maka baginya pahala seseorang yang mati syahid.” (Rasulullah saw.)</p>
<p>Hadits ini menyadarkan kita akan pentingnya kembali pada kehidupan Islami dan menghidupkan sunnah Nabi saw. terutama di saat ummat mulai cenderung dan terpedaya dengan segala gaya hidup yang tidak berasal dari nilai-nilai</p>
<p>Islam. Hal tersebut mengakibatkan ummat Islam tidak lagi memiliki jati diri, dan kecintaannya kepada Nabi saw sebagai suri teladan larut sedikit demi sedikit, berganti mengikuti gerak dan gaya masyarakat yang jahiliyah, termasuk dalam menyambut kehadiran anak yang sebenarnya merupakan amanah Allah SWT.</p>
<p>Tulisan ini sekedar mengingatkan akan sebuah sunnah yang dahulu akrab dengan kehidupan kaum muslimin sebagai ummat yang dirahmati dan diberkahi Allah SWT.</p>
<p><strong>Beberapa Hal yang Harus Dilakukan oleh Orang tua Setelah Kelahiran Anaknya </strong></p>
<p>1. Menyuarakan adzan di telinga kanan dan qomat di telinga kiri bayi. Hal ini berdasarkan atas sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dari Abu Rafi’: Aku melihat Rasulullah saw. Menyuarakan adzan pada telinga Al-Hasan bin ‘Ali ketika Fatimah melahirkannya.</p>
<p>2. Melakukan tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian atas) dengan kurma yang sudah dilembutkan. Caranya ialah dengan menaruh sebagian kurma yang telah dikunyah pada jari, dan memasukkan jari itu ke dalam mulut bayi, kemudian menggerak-gerakkannya ke kiri dan ke kanan dengan gerakan yang lembut hingga merata di sekeliling langit-langit bayi. Jika kurma sulit di dapat, tahniq ini dapat dilakukan dengan bahan yang manis lainnya, seperti madu atau saripati gula, sebagai pelaksanaan sunnah Nabi saw.</p>
<p>Di dalam Shahihain, terdapat hadits dari Abu Burdah, dari Abu Musa r.a., ia berkata:<br />
Aku telah dikaruniai seorang anak, kemudian aku membawanya kepada Nabi saw. lalu beliau menamakannya Ibrahim, menggosok-gosok langit-langit mulutnya dengan sebuah kurma dan mendo’akannya dengan keberkahan. Setelah itu beliau menyerahkannya kepadaku.</p>
<p>Hikmah dari tahniq ini ialah untuk menguatkan syaraf-syaraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan, sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami. Lebih utama kalau tahniq ini dilakukan oleh ulama/orang yang shalih sebagai penghormatan dan pengharapan agar si bayi menjadi orang yang shalih pula.</p>
<p>3. Mencukur rambut kepala bayi, memberi nama, dan Aqiqah.</p>
<p><strong>Makna ‘Aqiqah </strong></p>
<p>Secara bahasa ‘aqiqah berarti memutus. Sedangkan secara istilah Syara’ aqiqah berarti menyembelih kambing untuk anak pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya.</p>
<p><strong>Pentingnya Aqiqah </strong></p>
<p>Rasulullah saw. bersabda:<br />
“Sesungguhnya anak itu diaqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit daripadanya (dengan mencukurnya).” (Hadits shahih riwayat Bukhari, dari Salman Bin Amar Adh-Dhabi).</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan (binatang) pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya”. (Ashhabus-Sunan).</p>
<p>‘Aqiqah adalah tanda syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat anak yang diberikan-Nya. Juga sebagai washilah (sarana) memohon kepada Allah SWT. agar menjaga dan memelihara sang bayi. Dari hadits di atas pula ulama menjelaskan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi para wali bayi yang mampu, bahkan tetap dianjurkan, sekalipun wali bayi dalam kondisi sulit.</p>
<p><strong>Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Aqiqah </strong></p>
<p>1. Kambing yang akan di sembelih mencapai umur minimal satu tahun dan sehat tanpa cacat sebagaimana persyaratan untuk hewan qurban.<br />
2. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing yang sepadan (sama besarnya), sedangkan bayi perempuan disembelihkan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul saw. bersabda:</p>
<p>“Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H. R. Ahmad dan Tirmidzi)</p>
<p>Hal di atas berlaku untuk orang yang dikaruniai rizqi yang cukup oleh Allah SWT. Sedangkan orang yang</p>
<p>kemampuannya terbatas, diperbolehkan untuk meng’aqiqahi anak laki-laki maupun anak perempuan dengan satu ekor kambing. Hal ini berdasar atas hadits dari Ibnu ‘Abbas r.a.: “Bahwa Rasulullah saw. telah meng’aqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dengan satu ekor biri-biri.” (H.R. Abu Dawud), dan juga riwayat dari Imam Malik: “Abdullah bin Umar r.a. telah meng’aqiqahi anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan, satu kambing-satu kambing.”</p>
<p>3. Dianjurkan agar ‘aqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari ‘Aisyah r.a.: Nabi saw. bersabda: “Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), dan ucapkanlah, ‘Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, bagi-Mu-lah dan kepada-Mu-lah ku persembahkan ‘aqiqah si Fulan ini.”</p>
<p>Akan tetapi, jika orang yang menyembelih itu telah berniat, meskipun tidak menyebutkan nama anak itu, maka tujuannya sudah tercapai.</p>
<p>4. Adapun daging aqiqah tersebut selain dimakan oleh keluarga sendiri, juga disedekahkan dan dihadiahkan.</p>
<p>5. Disukai untuk memberi nama anak pada hari ketujuh dengan memilihkannya nama-nama yang baik, lalu mencukur rambutnya, kemudian bersedekah senilai harga emas atau perak yang setimbang dengan berat rambutnya. Dari Ali r.a. berkata: Rasulullah saw. memerintahkan Fatimah dan bersabda : “Timbanglah rambut Husain dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan (rambut)nya dan berikanlah kaki kambing kepada kabilah (suku bangsa)”.</p>
<p><strong>Waktu ‘Aqiqah </strong></p>
<p>Di muka telah dikutipkan sebuah hadits yang menunjukkan bahwa waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan ‘aqiqah adalah hari ketujuh. Hadits lain yang menguatkan hal itu antara lain adalah hadits Abdillah bin Wahb dari ‘Aisyah r.a.:</p>
<p>Rasulullah saw. telah meng’aqiqahi Hasan dan Husain pada hari ketujuuh (dari kelahiran mereka), menamakan mereka dan memerintahkan untuk menjauhkan penyakit dari kepala (mencukur) mereka.</p>
<p>Akan tetapi, ada pendapat yang menunjukkan bahwa keterikatan dengan hari ketujuh itu bukanlah keharusan, melainkan suatu anjuran. Al-Maimuni berkata: Aku bertanya pada Abdullah: “Kapankah anak itu di’aqiqahi?”. Abdullah menjawab, “Adapun ‘Aisyah telah mengatakan bahwa ‘aqiqah itu dilakukan pada hari ketujuh, hari keempat belas, atau hari ke duapuluh satu.”</p>
<p>Imam Malik berkata: Pada zhahirnya, keterikatan pada hari ketujuh itu adalah atas dasar anjuran. Andaikan (pada hari itu tidak dapat dilakukan), maka menyembelih pada hari keempat, kedelapan, atau kesepuluh atau sesudahnya, ‘aqiqah itu telah cukup.</p>
<p>Ringkasnya, jika orang tua mampu menyembelih ‘aqiqah pada hari ketujuh, maka hal itu lebih utama, sesuai dengan perbuatan Nabi saw. Namun jika hal itu menyulitkan, maka diperbolehkan untuk melakukannya pada hari ke berapa saja sebagaimana telah dikatakan Imam Malik. Wa-Llahu a’lam.</p>
<p>Demikianlah tulisan ringkas yang dapat kami sampaikan, semoga anak-anak kita yang lahir kemudian di’aqiqahi mendapat rahmat, inayah, serta dilindungi Allah SWT. dari godaan syaitan yang terkutuk dan dimudahkan jalannya dalam menempuh Shiraathal Mustaqim. Aamiin.</p>
<p>)))))))))))))))))))))))))))))))))|(((((((((((((((((((((((((((((((((</p>
<p>Perkenalkan, Muhammad Faris Al Fatih, itulah nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku. Kalau nama nasabku Muhammad Faris Al Fatih bin Kurniawan bin M. Harris bin Djufri bin Idhis<br />
Aku lahir pada hari Kamis tanggal 20 November 2008 tepat pukul 00.58 di RS Al Islam, Bandung.<br />
Saat aku lahir beratku 3,55 kg loh dan tinggiku 51,5 cm. Nama bundaku Lala Jamilah, ayahku Kurniawan. Aku anak pertama…., juga cucu pertama loh dari Aki Sobirin dan Enin Ade Nuryati juga dari Abah Harris dan Nenek Titin.<br />
Do’ain aku jadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua yach….. </p>
<p><strong>Makna sebuah nama … </strong></p>
<p>“Apalah arti sebuah nama”, begitulah ungkapan dari Shakespeare yang begitu sering terdengar di masyarakat. Konsekuensinya nama hanyalah sebagai panggilan/identitas yang membedakan antara individu yang satu dengan individu yang lain. Sehingga seringkali dalam pemberian sebuah nama yang dicari adalah lebih karena keunikannya bukan makna yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Namun bagi kami – dan sebagian besar orang Indonesia – nama bermakna doa atau cita-cita. Sehingga setiap panggilan terhadapnya merupakan doa baginya dan setiap mengingat namanya maka mengingatkan akan cita-cita kehadirannya ke dunia.</p>
<p>Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Sesungguhnya kalian akan diseru pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian, maka perbaguslah nama kalian”. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban).</p>
<p>Nabi Muhammad Saw pun pernah mengganti nama yang tidak bagus, sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Umar ra: “Sesungguhnya putri Umar diberi nama ‘Ashiyah (yang berdosa), maka Rasulullah saw mengganti namanya dengan Jamilah (cantik).” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).</p>
<p>Nama Muhammad Faris Al Fatih diilhami oleh seorang Sultan yang dengan izin Alloh dapat menaklukkan kota konstatinopel (istambul-sekarang red), yaitu : Muhammad Al Fatih. Suatu kemenangan Islam yang telah dijanjikan oleh nabi Muhammad Saw dalam suatu hadistnya:</p>
<p>“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]</p>
<p>Sedangkan Faris artinya pandai, semoga dengan kepandaiannya anak ini menjadi anak yang menjaga kehormatan keluarganya, agamanya dan bangsanya.</p>
<p>Semoga menjadi pemimpin ummat yang terbaik di masanya… Amiin</p>
<p>Amin ya rabbal ‘alamin….<br />
Keluarga Kurniawan – 20112008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=34&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/risalah-aqiqah-anak-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>We Will not Go Down (Song for Gaza)</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/we-will-not-go-down-song-for-gaza/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/we-will-not-go-down-song-for-gaza/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 07:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Save Palestine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Banyak cara untuk men-support perjuangan rakyat Palestina di Gaza, salah satunya dengan lagu. Seorang penyanyi di Los Angeles Amerika Serikat – Michael Heart, membuat sebuah lagu khusus yang dia tujukan untuk rakyat Gaza yang sampai saat ini masih jadi sasaran pembantaian oleh Zionis Israel. Sejak dia merilis lagu yang berjudul &#8220;We will not go down&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=28&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak cara untuk men-support perjuangan rakyat Palestina di Gaza, salah satunya dengan lagu. Seorang penyanyi di Los Angeles Amerika Serikat – Michael Heart, membuat sebuah lagu khusus yang dia tujukan untuk rakyat Gaza yang sampai saat ini masih jadi sasaran pembantaian oleh Zionis Israel.</p>
<p>Sejak dia merilis lagu yang berjudul &#8220;We will not go down&#8221; (Song for Gaza) , lagu tersebut mendapat banyak respon, berupa komentar dukungan, sampai ia sendiri kewalahan menjawab dan membalas berbagai email yang masuk.</p>
<p>Michael Heart menggambarkan kondisi rakyat Gaza akan gempuran Zionis Israel dalam lagunya itu membuat kita merasa tersindir dan sedih akan nasib rakyat Gaza.</p>
<p><span id="more-28"></span>Awalnya dia berencana dengan menjual CD lagu MP3 nya itu dan hasil penjualannya akan dia donasikan untuk kepentingan amal kemanusiaan untuk penduduk Gaza, tapi karena dia merasa sulit kalau harus sendiri mendonasikan hasil penjualan CD MP3 nya , akhirnya dia memutuskan semua orang bisa mendownload gratis lagu tersebut. Dan dia berharap, setelah mendengarkan lagu itu, orang-orang akan tergerak hatinya untuk membantu rakyat Palestina di Gaza dengan mendonasikan uangnya ke lembaga-lembaga kemanusiaan yang ada atau organisasi yang didedikasikan untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina.</p>
<p>Sebagai musisi Michael Heart sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada dia atas lagu tersebut. Dan dia berharap setiap orang yang masih mempunyai hati nurani, mendukung perjuangan rakyat Palestina dan membantu mereka walau hanya dengan berupa doa.</p>
<p>Sebelumnya sudah banyak artis barat yang membuat lagu khusus untuk dukungan terhadap rakyat Palestina, salah satunya Outlandish dengan lagunya &#8220;Look in to My Eyes&#8221;</p>
<p>Profil Michael Heart</p>
<p>Michael adalah seorang penyanyi dan penulis lagu independen yang berbasis di Los Angeles. Tahun lalu pada bulan Maret 2008, dia telah merilis album Pop / Rock yang berjudul &#8220;Unsolicited Material&#8221;. Michael juga merupakan seorang produser dan gitaris, dia juga memproduksi trek-trek lagu di rumahnya yang juga menjadi studio untuk berbagai artis lokal di Los Angeles . (fq/michaelheart.com)</p>
<p>Dibawah ini lirik lagunya&#8230;..</p>
<p>A blinding flash of white light<br />
Lit up the sky over Gaza tonight<br />
People running for cover<br />
Not knowing whether they’re dead or alive</p>
<p>They came with their tanks and their planes<br />
With ravaging fiery flames<br />
And nothing remains<br />
Just a voice rising up in the smoky haze</p>
<p>We will not go down<br />
In the night, without a fight<br />
You can burn up our mosques and our homes and our schools<br />
But our spirit will never die<br />
We will not go down<br />
In Gaza tonight</p>
<p>Women and children alike<br />
Murdered and massacred night after night<br />
While the so-called leaders of countries afar<br />
Debated on who’s wrong or right</p>
<p>But their powerless words were in vain<br />
And the bombs fell down like acid rain<br />
But through the tears and the blood and the pain<br />
You can still hear that voice through the smoky haze</p>
<p>We will not go down<br />
In the night, without a fight<br />
You can burn up our mosques and our homes and our schools<br />
But our spirit will never die<br />
We will not go down<br />
In Gaza tonight</p>
<p>Cahaya putih yang membutakan mata<br />
Menyala terang di langit Gaza malam ini<br />
Orang-orang berlarian untuk berlindung<br />
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati</p>
<p>Mereka datang dengan tank dan pesawat<br />
Dengan berkobaran api yang merusak<br />
Dan tak ada yang tersisa<br />
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal</p>
<p>Kami tidak akan menyerah<br />
Di malam hari, tanpa perlawanan<br />
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami<br />
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati<br />
Kami tidak akan menyerah<br />
Di Gaza malam ini</p>
<p>Wanita dan anak-anak<br />
Dibunuh dan dibantai tiap malam<br />
Sementara para pemimpin nun jauh di sana<br />
Berdebat tentang siapa yg salah &amp; benar</p>
<p>Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan<br />
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam<br />
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit<br />
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal</p>
<p>Kami tidak akan menyerah<br />
Di malam hari, tanpa perlawanan<br />
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami<br />
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati<br />
Kami tidak akan menyerah<br />
Di Gaza malam ini</p>
<p>Composed by Michael Heart<br />
Copyright 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=28&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2009/01/17/we-will-not-go-down-song-for-gaza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islamiyyah Qobla Jama’iyyah</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2008/08/29/islamiyyah-qobla-jama%e2%80%99iyyah/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2008/08/29/islamiyyah-qobla-jama%e2%80%99iyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 00:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ihsan Tandjung Salah satu karakter da’wah Islam ialah Islamiyyah qobla Jama’iyyah (= Islamisasi sebelum Strukturisasi). Artinya, tugas para penyeru manusia ke jalan Allah ta’aala ialah menanamkan nilai-nilai Islam sebelum segala sesuatu selainnya. Termasuk sebelum mengajak manusia bergabung ke dalam jama’ah, organisasi, himpunan atau partai. Karakter ini sangat penting dipelihara oleh setiap aktivis da’wah. Sebab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=25&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh <strong>Ihsan Tandjung</strong></em></p>
<p>Salah satu karakter da’wah Islam ialah <strong><em>Islamiyyah qobla Jama’iyyah </em></strong>(= Islamisasi sebelum Strukturisasi). Artinya, tugas para penyeru manusia ke jalan Allah ta’aala ialah menanamkan nilai-nilai Islam sebelum segala sesuatu selainnya. Termasuk sebelum mengajak manusia bergabung ke dalam jama’ah, organisasi, himpunan atau partai.</p>
<p><span id="more-25"></span>Karakter ini sangat penting dipelihara oleh setiap aktivis da’wah. Sebab bilamana karakter ini diabaikan, maka bisa dipastikan kegiatan da’wah Islam akan melenceng dari <em>asholah </em>(orisinalitas) jalan yang telah ditempuh para Nabi dan Rasul ’alihimus-salaam kiriman Allah ta’aala. Coba lihat betapa seringnya para Nabi ’alihimus-salaam menekankan kepada kaumnya masing-masing seruan sebagai berikut:</p>
<p class="ArabCenter">فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ</p>
<p><em>”..maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” (QS Asy-Syuaraa ayat 108)</em></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2284/2047603365_c86ac1767b_m.jpg" border="2" alt="" align="right" />Para Nabi ’alihimus-salaam yang jelas-jelas memperoleh sertifikat kenabian langsung dari Allah ta’aala tidak pernah menuntut ketaatan kaumnya kepada dirinya sebelum kaumnya terlebih dahulu bertaqwa kepada Allah ta’aala dengan benar dan mantap. Sebab taqwa kepada Allah ta’aala merupakan fondasi bagi segala sesuatu. Jika seseorang telah bertaqwa kepada Allah ta’aala, maka ketaatannya kepada Nabiyullah ’alihimus-salaam menjadi ketaatan yang kokoh dan beralasan. Padahal aktivitas da’wah para Nabi ’alihimus-salaam jelas-jelas memperoleh legalitas formal dari Allah ta’aala pencipta jagat raya. Artinya, para Nabi ’alihimus-salaam memang dipersiapkan Allah ta’aala untuk menjadi penyeru da’wah yang terjamin ke-amanah-an dan kemampuan berda’wahnya.</p>
<p>Namun sesudah tertutupnya pintu kenabian, ummat Islam tetap diwajibkan berda’wah Islam mengajak sebanyak mungkin manusia mengikuti jalan Allah ta’aala penuh rahmat dan keselamatan dunia-akhirat. Bila para aktivis da’wah Islam ingin sukses dan benar dalam berda’wah sudah barang tentu mereka harus konsisten menempuh jalan da’wah sesuai contoh para Nabiyullah ’alihimus-salaam terdahulu. Khususnya bagi ummat Islam alias ummat akhir zaman, mereka wajib meneladani jalan da’wah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.</p>
<p>Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sebagaimana Nabi-nabi ’alihimus-salaam terdahulu juga mengajak manusia untuk bertaqwa kepada Allah ta’aala sebelum segala sesuatu hal lainnya. Termasuk sebelum menuntut manusia mentaati diri beliau. Sehingga Allah ta’aala menurunkan ayat yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam akan berakhir serupa dengan Nabi-nabi ’alihimus-salaam sebelumnya, yakni meninggal dunia. Dan apakah karena ia wafat manusia akan kembali menjadi murtad? Padahal kewajiban setiap manusia adalah manghamba kepada Allah ta’aala yang Maha Hidup dan Maha Kekal.</p>
<p class="ArabCenter">وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ</p>
<p><em>“Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah ta’aala sedikitpun; dan Allah ta’aala akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran ayat 144)</em></p>
<p>Ketika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam wafat, sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu sempat<em>shock </em>menerima kenyataan meninggalnya manusia yang paling ia cintai di muka bumi. Ia sempat mengancam dengan pedangnya siapa yang berani mengatakan bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah wafat. Tidak seorang sahabatpun yang berani menegurnya. Maka datanglah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ’anhu membacakan ayat di atas kepada Umar radhiyallahu ’anhu. Lalu Abu Bakar radhiyallahu ’anhu berkata: ”Barangsiapa ingin menyembah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam, maka Muhamad shollallahu ’alaih wa sallam telah wafat. Barangsiapa yang ingin tetap menyembah Allah ta’aala, maka Dia Maha Hidup Dan Abadi.” Barulah sesudah itu Umar radhiyallahu ’anhu tersungkur dan menangis. Umar radhiyallahu ’anhu kemudian berkata: ”Seolah ayat tersebut baru saja diwahyukan ketika Abu Bakar radhiyallahu ’anhu membacakannya.”</p>
<p><em><img src="http://farm3.static.flickr.com/2082/2044926138_1e0ac8b681_m.jpg" border="2" alt="" align="left" />Subhaanallah</em>&#8230;! Demikian kokohnya pendidikan yang ditanamkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada para sahabat. Mereka mencintai Nabi shollallahu ’alaih wa sallam lebih dari siapapun. Namun ketika ajal menjemput Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, maka tampillah di antara mereka sahabat yang paling kokoh dan tertib keimanannya mengingatkan yang lainnya bahwa bertaqwa, cinta dan taat kepada Allah ta’aala tidak boleh dikalahkan oleh apapun. Sekalipun oleh kecintaan kepada pemimpin atau <em>qiyadah</em> ummat, yakni Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kpranarja.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kpranarja.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=25&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2008/08/29/islamiyyah-qobla-jama%e2%80%99iyyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2284/2047603365_c86ac1767b_m.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2082/2044926138_1e0ac8b681_m.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mush&#8217;ab Bin Umair; Sosok Duta Islam Pertama Nan Teguh Pendirian Dan Gagah Berani</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/20/mushab-bin-umair-sosok-duta-islam-pertama-nan-teguh-pendirian-dan-gagah-berani/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/20/mushab-bin-umair-sosok-duta-islam-pertama-nan-teguh-pendirian-dan-gagah-berani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 07:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Otobiografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah sahabat yang mulia, bernama Mush’ab bin ‘Umair –semoga Allah meridloinya-,  atau biasa dipanggil dengan Mush’ab Al-Khair, saat mudanya dan sebelum masuk Islam merupakan seorang pemuda yang ganteng, gagah dan kaya raya, selalu memakai pakaian yang mewah dan dikenal oleh masyarakat Mekkah dengan penampilannya yang selalu necis dan style, sedangkan bapak dan ibunya merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=20&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beliau adalah sahabat yang mulia, bernama Mush’ab bin ‘Umair –semoga Allah meridloinya-,  atau biasa dipanggil dengan Mush’ab Al-Khair, saat mudanya dan sebelum masuk Islam merupakan seorang pemuda yang ganteng, gagah dan kaya raya, selalu memakai pakaian yang mewah dan dikenal oleh masyarakat Mekkah dengan penampilannya yang selalu necis dan style, sedangkan bapak dan ibunya merupakan orang terpandang yang terkaya dari penduduk Mekkah yang kaya raya, dan keduanya sangat mencintainya, karena itu setiap keinginannya selalu dipenuhi dan permintaannya selalu dituruti.</p>
<p><span id="more-20"></span>Mush’ab mendengar apa yang telah didengar oleh penduduk Mekkah dari seruan (dakwah) Nabi Muhammad saw untuk beribadah kepada Allah SWT saja dan meninggalkan penyembahan berhala yang tidak bisa memberikan manfaat dan mudhorat, memberikan persamaan antara manusia dan menyeru untuk berbuat dengan akhlak yang mulia, hingga jiwanya pun tergerak dan batinnya bergolak ingin mengetahui lebih jauh agama yang baru didengarnya ini, hingga, tidak beberapa lama beliau segera menemui Rasulullah saw di tempat Darul Arqom bin Abi Al-Arqom dan mengiklankan diri untuk masuk Islam.</p>
<p>Adapun ibunya Khonnas binti Malik memiliki kewibawaan yang tinggi dan Mush’abpun sangat menghormatinya, setelah masuk Islam beliau merasa khawatir berita ini tersebar dan sampai kepada ibunya, sehingga beliau merasa perlu menyembunyikan perihal dirinya telah masuk Islam hingga datang waktu yang tepat seperti yang telah Allah tetapkan ketentuannya.</p>
<p>Beliau selalu datang kepada Nabi saw di dar el-arqom untuk menunaikan sholat dan mendengarkan ayat-ayat Allah, namun pada suatu hari Utsman bin Tolhah melihat dirinya sedang menunaikan sholat bersama Rasulullah saw, akhirnya diapun pergi kepada ibunya dan mengabarkan apa yang disaksikannya, maka terbanglah jiwanya hingga diri sang bunda dan kaumnya sangat marah terhadapnya, namun pemuda yang beriman dan teguh keimanannya tetap tenang berdiri dihadapan mereka sambil membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dengan harapan Allah SWT membukakan hati mereka dengannya, namun Allah SWT berkehendak lain, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menahan dan mengurung beliau serta menyiksanya, namun beliau tetap bersabar dan menganggapnya semua ini merupakan perjuangan di jalan Allah.</p>
<p>Suatu hari ibunya tidak memberikan kepadanya makanan dan melarang memakan makanan miliknya bagi siapa yang mengecam dan mengejek tuhan-tuhannya walaupun dia anaknya sendiri, bahkan dia mengusirnya dari rumahnya sambil berkata : “Pergilah engkau menuruti urusanmu dan jangan anggap lagi saya sebagai ibumu”. Walaupun dengan tindakan yang sedemikian keras dan kejamnya Mush’ab tetap berusaha mendekati ibunya dan berkata kepadanya : “Wahai ibuku, saya punya nasehat untuk engkau, dan atasmulah kasih sayang, maka bersaksilah bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah dan bahwasannya Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya”. Maka beliaupun menjawab dengan kemarahan :”saya bersumpah untuk tuhan-tuhan, saya tidak akan masuk ke dalam agamamu hingga saya menjadi hina dan akal saya menjadi lemah”.</p>
<p>Saat Mush’ab mendengar sebagian kaum muslimin keluar melakukan hijrah ke Habsyah, beliaupun ikut melakukannya, kemudian kembali ke Mekkah bersama mereka yang kembali kesana, dan saat itupun kaumnya melihat keadaan beliau setelah kembali hingga hati mereka menjadi trenyuh dan merasa kasihan dan tidak melakukan penyiksaan kembali.</p>
<p>Dan setelah berlangsungnya bai’at pertama dan kedua, seseorang dari kaum Anshor datang kepada Nabi saw meminta untuk diutus salah seorang dari sahabat yang pandai membaca Al-Qur’an untuk mengajarkan kepada mereka tentang Al-Qur’an dan perkara agama. Maka Rasulullah saw memilih Mush’ab untuk menjadi duta pertama keluar Mekkah, dan orang yang pertama kali hijrah ke Madinah Al-Munawwaroh, dan Mush’ab pun akhirnya meninggalkan kota Mekkah untuk yang kedua kalinya mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya, dan mengemban amanat da’wah kepada Allah, dan memohon pertolongan dari Allah akan ni’mat yang dikaruniakan kepadanya berupa akal yang jernih, akhlak yang mulia, hingga penduduk Madinah merasa takjub dengan kezuhudannya dan keikhlasannya sampai mereka mau masuk kepada agama Allah.</p>
<p>Mush’ab menyeru manusia kepada agama Allah dengan penuh hikmah dan <em>mau’idzah hasanah</em> (pelajaran yang baik), sehingga banyak dari para pemuka penduduk Madinah yang masuk Islam karenanya, seperti : Asid bin Khadir dan Sa’ad bin Mu’adz.</p>
<p>Hari-hari pun berlalu hingga berganti minggu, bulan dan tahun, dan akhirnya Rasulullah saw dan sahabatnya melakukan hijrah ke Madinah, sedangkan orang-orang suku Quraisy naik pitam hingga mereka menyiapkan bala tentara mereka untuk menyerang kaum muslimin, dan peperanganpun terjadi, pasukan muslim bertemu dengan orang-orang kafir dalam perang Badr, hingga akhirnya kaum muslimin memenangkan perang tersebut. Kemudian datang perang Uhud dan Rasulullah saw memilih Mush’ab untuk membawa bendera, kemudian perangpun berkecamuk dengan dahsyatnya, dan pada mulanya kaum muslimin memenangkan perang tersebut namun seketika menjadi suatu kekalahan saat para pemanah melanggar instruksi Rasulullah saw, mereka turun dari gunung dan berebut mengambil harta rampasan, hingga orang-orang musyrik berbalik menyerang kaum muslimin sehingga barisan muslimin bercerai berai, sedangkan pada saat itu para musuh berkonsentrasi ingin membunuh Rasulullah saw hingga mereka selalu mencari dan mengintai beliau, namun Mush’ab mengetahui kejadian tersebut hingga secepat kilat beliau berteriak dan melakukan putaran dan menyerang guna mengalihkan musuh kepada rencana busuk mereka untuk membunuh Rasulullah saw, beliau masuk ke tengah-tengah barisan musuh, lalu salah seorang dari mereka menebas tangan kanannya hingga putus, kemudian Mush’ab memegang bandera dengan tangan kirinya dan ditebas lagi hingga putus, akhirnya beliau berusaha meraih bendera tersebut dengan dadanya sambil berkata : <em>“Tidaklah Muhammad itu orang lain kecuali Utusan Allah dan telah berlalu sebelumnya para Rasul”.</em> Akhirnya musuh yang sedang kesetanan saat itu memukulnya dan membunuhnya hingga Mush’abpun syahid.</p>
<p>Setelah perang Uhud berakhir Rasulullah saw dan para sahabatnya melakukan pemeriksaan tempat kejadian perang, guna mencari dan mengubur para syuhada, dan disisi mayat Mush’ab mengalir air mata yang deras, mereka tidak mendapatkan kain yang dapat dijadikan penutup terhadapnya kecuali pakaiannya yang pendek, jika kepalanya ditutup maka kakinya akan terbuka dan jika kakinya ditutup maka kepalanya akan terbuka, maka Nabipun bersabda : <em>“Tutuplah kepalanya dengan kain itu dan letakkanlah diatas kakinya Idzhir (tanaman yang memiliki wangi yang harum)!!”.</em></p>
<p>Mush’ab kembali keharibaan Allah dan benarlah firman Allah SWT : <em>“Di antara orang-orang Mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka diantara mereka ada yang gugur. Dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikitpun tidak merubah janjinya”.</em> (QS. Al-Ahzab : 23). Sambil melihat para syuhada Uhud Rasulullah saw bersabda : <em>“Saya bersaksi bahwa mereka adalah para syuhada disisi Allah pada hari kiamat kelak, dan demi yang jiwaku berada pada genggaman-Nya tidaklah seseorang memberikan salam kepada mereka hingga hari kiamat kecuali akan kembali kebaikannya kepadanya”.</em> (Al-Hakim dan Al-Baihaqi).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kpranarja.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kpranarja.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=20&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/20/mushab-bin-umair-sosok-duta-islam-pertama-nan-teguh-pendirian-dan-gagah-berani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Aqiqah</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/03/tuntunan-aqiqah/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/03/tuntunan-aqiqah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 02:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[MyLibrary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[1. Hukum Melaksanakan Aqiqah Aqiqah dalam istilah agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Oleh sebagian ulama ia disebut dengan nasikah atau dzabihah (sembelihan). Hukum aqiqah itu sendiri menurut kalangan Syafii dan Hambali adalah sunnah muakkadah. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=17&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>1. Hukum Melaksanakan Aqiqah</h3>
<p><strong>Aqiqah</strong> dalam istilah agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Oleh sebagian ulama ia disebut dengan <em>nasikah</em> atau <em>dzabihah</em> (sembelihan).<span id="more-17"></span></p>
<p><strong>Hukum aqiqah</strong> itu sendiri menurut kalangan Syafii dan Hambali adalah <strong>sunnah muakkadah</strong>. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah <em>hadist</em> Nabi SAW. Yang berbunyi, &#8220;Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)&#8221;. (<strong>HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih</strong>)</p>
<p> </p>
<h3>2. Makna Aqiqah</h3>
<p>Kata Aqiqah berasal dari kata <em><strong>Al-Aqqu</strong></em> yang berarti memotong (<em>Al-Qoth&#8217;u</em>). Al-Ashmu&#8217;i berpendapat: <em>Aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir</em>. Kambing yang dipotong disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih.</p>
<p>Dalam pelaksanaan aqiqah disunahkan untuk memotong dua ekor kambing yang seimbang untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.</p>
<p>Dari <strong>Ummi Kurz Al-Kabiyyah Ra</strong>, ia berkata: <em>Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda</em>: &#8220;Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing&#8221;. (<strong>HR. Tirmidzy dan Ahmad</strong>)</p>
<h3> </h3>
<h3>3. Aqiqah Yang Sesuai Dengan Sunnah</h3>
<p>Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah <em>hari ketujuh dari kelahiran</em>. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, &#8220;Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama&#8221;. (<strong>HR. al-Tirmidzi</strong>).</p>
<p>Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata : <em>Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup</em>. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana <strong>firman Allah SWT</strong> : &#8220;Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu&#8221;. (<strong>QS.Al Baqarah:185</strong>)</p>
<h3> </h3>
<h3>4. Daging Aqiqah Lebih Baik Mentah Atau Dimasak</h3>
<p>Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra., &#8220;Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh&#8221;. (<strong>HR al-Bayhaqi</strong>)</p>
<p>Daging aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi jika hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah. Dalilnya adalah firman Allah, &#8220;Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang&#8221;. (<strong>QS. Al-Insan : 8</strong>). Menurut <em>Ibn Qudâmah</em>, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga juga boleh memakan sebagiannya.</p>
<p> </p>
<h3>5. Siapakah yang Layak Menerima Daging Sembelihan Aqiqah ?</h3>
<p>Mereka yang paling layak menerima sedekah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan aqiqah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin dikalangan umat Islam. Walaubagaimanapun berdasarkan beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah dan sahabat kita disunatkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut, bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagian lagi. Apa yang membezakan aqiqah dan korban ialah kita disunatkan memberikan sebahagian kaki kambing aqiqah tersebut kepada bidan yang menyambut kelahiran tersebut. Wallahu&#8217;alam</p>
<p> </p>
<h3>6. Jumlah Hewan Aqiqah</h3>
<p>Bayi laki-laki disunnahkan untuk disembelihkan dua ekor kambing dan bayi wanita cukup satu ekor kambing saja. Dari Ammi Karz Al-Ka&#8217;biyah berkata bahwa saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing yang setara dan buat bayi wanita satu ekor kambing&#8221;.</p>
<p>Namun bila tidak memungkinkan, maka boleh saja satu ekor untuk bayi laki-laki, karena Rasulullah SAW pun hanya menyembelih satu ekor untuk cucunya Hasan dan Husein.</p>
<p>&#8220;Adalah Rasulullah SAW menyembelih hewan aqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing satu ekor kambing ?&#8221;. (<strong>HR Ashabus Sunan</strong>)</p>
<p> </p>
<h3>7. Aqiqah Haruskah Hewan Jantan?</h3>
<p>Baik dalam <strong>aqiqah</strong> maupun <strong>udhiyah (kurban)</strong> tidak ada persyaratan bahwa hewannya harus jantan atau betina. Keduanya bisa dijadikan sebagai hewan aqiqah atau kurban. Akan tetapi yang <span style="text-decoration:underline;">lebih diutamakan</span> adalah hewan jantan agar kelangsungan reproduksi hewan tersebut tetap terjaga.</p>
<p> </p>
<h3>8. Hukum Aqiqah Dilaksanakan Dilain Negara/Kota</h3>
<p>Tidak ada batasan yang mengharuskan agar pelaksanaan aqiqah dilakukan di negeri/kota/kampung tempat kelahiran anak. Karena itu, Anda bisa melakukan di mana saja sesuai dengan kemaslahatan yang ada.</p>
<p> </p>
<h3>9. Hukum Memakan Daging Aqiqah</h3>
<p>Daging selain disedekahkan juga bisa dimakan oleh keluarga yang melakukan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah ra., &#8220;Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh&#8221;. (<strong>HR al-Bayhaqi</strong>). Wallahu a&#8217;lam bish-shawab.</p>
<p> </p>
<h3>10. Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga</h3>
<p>Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah.</p>
<p>Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum diaqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri di saat dewasa. Satu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, &#8220;ada orang yang belum diaqiqahi apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?&#8221; Imam Ahmad menjawab, &#8220;Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh&#8221;.</p>
<p>Para pengikut Imam Syafi&#8217;i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.</p>
<h3>11. Hewan Untuk Aqiqah</h3>
<p>Masalah kambing yang layak untuk dijadian sembelihan aqiqah adalah kambing yang sehat, baik, tidak ada cacatnya. Semakin besar dan gemuk tentu semakin baik. Sedangkan masalah harus menyentuhkan anak kepada kambing yang akan disembelih untuk aqiqahnya, jelas tidak ada dasarnya. Barangkali hanya sebuah kebiasaan saja.</p>
<p> </p>
<h3>12. Pemberian Nama Anak</h3>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa ada kaitan antara arti sebuah nama dengan yang diberi nama. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya sejumlah nash syari yang menyatakan hal tersebut.</p>
<p>Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi SAW bersabda: &#8220;Kemudian Aslam semoga Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Allah mengampuninya&#8221;. (<strong>HR. Bukhori 3323, 3324 dan Muslim 617</strong>)</p>
<p>Ibnu Al-Qoyyim berkata: &#8220;Barangsiapa yang memperhatikan sunah, ia akan mendapatkan bahwa makna-makna yang terkandung dalam nama berkaitan dengannya sehingga seolah-olah makna-makna tersebut diambil darinya dan seolah-olah nama-nama tersebut diambil dari makna-maknanya&#8221;. Dan jika anda ingin mengetahui pengaruh nama-nama terhadap yang diberi nama (Al-musamma) maka perhatikanlah hadits di bawah ini:</p>
<p>Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata: Aku datang kepada Nabi SAW, beliau pun bertanya: &#8220;Siapa namamu?&#8221; Aku jawab: &#8220;Hazin&#8221; Nabi berkata: &#8220;Namamu Sahl&#8221; Hazn berkata: &#8220;Aku tidak akan merobah nama pemberian bapakku&#8221; Ibnu Al-Musayyib berkata: &#8220;Orang tersebut senantiasa bersikap keras terhadap kami setelahnya&#8221;. (<strong>HR. Bukhori</strong>) (At-Thiflu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al-&#8217;Isawiy hal 65)<br />
Oleh karena itu, pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi penghulu jaman yaitu Muhammad. Sebagaimana sabda beliau : Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda: &#8220;Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku&#8221;. (<strong>HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133</strong>)</p>
<p> </p>
<h3>13. Mencukur Rambut</h3>
<p>Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh.</p>
<p>Dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, &#8220;Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur&#8221;. (<strong>HR. at-Tirmidzi</strong>).</p>
<p>Dalam kitab al-Muwaththâ` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut.</p>
<p>Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang semakin -insya Allah- semakin besar pula sedekahnya.</p>
<p> </p>
<h3>14. Doa Menyembelih Hewan Aqiqah</h3>
<p>Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.</p>
<p>Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)</p>
<p> </p>
<h3>15. Doa Bayi Baru Dilahirkan</h3>
<p>Innii u&#8217;iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli &#8216;aynin laammatin</p>
<p>Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari)</p>
<p><em>sumber : </em><a href="http://www.rumahaqiqah.org/tuntunan_aqiqah.php?info=list#ta1"><em>http://www.rumahaqiqah.org/tuntunan_aqiqah.php?info=list#ta1</em></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kpranarja.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kpranarja.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=17&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/03/tuntunan-aqiqah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Aktifis Dakwah</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/02/cinta-aktifis-dakwah/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/02/cinta-aktifis-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 07:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lembar Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ekspresi cinta bisa bermacam-macam. Bagaimana dengan ekspresi cinta pasangan aktifis dakwah? Menjadi aktifis, saya rasa tidak berarti kehilangan ekspresi dalam mencintai pasangan. Bahkan menurut saya, ekspresi cinta pasangan aktifis dakwah itu unik, karena juga harus punya pengaruh positif untuk dakwah. Lho, kok bisa begitu? Apa hubungannya ekspresi kita dalam mencintai pasangan dengan dakwah? Cinta aktifis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=16&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ekspresi cinta bisa bermacam-macam. Bagaimana dengan ekspresi cinta pasangan aktifis dakwah? Menjadi aktifis, saya rasa tidak berarti kehilangan ekspresi dalam mencintai pasangan. Bahkan menurut saya, ekspresi cinta pasangan aktifis dakwah itu unik, karena juga harus punya pengaruh positif untuk dakwah. Lho, kok bisa begitu? Apa hubungannya ekspresi kita dalam mencintai pasangan dengan dakwah?<span id="more-16"></span></p>
<p>Cinta aktifis dakwah adalah cinta seorang hamba dengan spectrum yang luas. Ia melihat kehidupan dengan cinta. Setiap hari, ketika Allah berikan kesadaran dan memasukkannya ke dalam perputaran kehidupan, ia menjalaninya dengan cinta. Apa yang membuat seorang menjadi resah dengan penyimpangan kehidupan. Apa yang menghalangi seorang dari tidur dan istirahat untuk mengurus urusan umat yang kompleks ini. Apa yang membuat seorang rela membelanjakan hartanya, meskipun ia sendiri tidak berharta lebih, untuk meringankan beban saudaranya. Semua itu adalah spectrum cinta aktifis dakwah.</p>
<p>Cinta aktifis dakwah adalah cinta yang terang seterang matahari. Ia penuh dengan ketulusan dan bukan basa-basi. Ia jelas dengan perangkat yang tidak menyimpang dari statusnya sebagai hamba. Cintanya bukan sekedar kedekatan, melainkan juga tanggung jawab. Bukan sekedar romantika dunia, melainkan sendung mulia penduduk langit. Jelas, terang, dan tidak ada sedikit pun yang disembunyikan. Cinta aktifis dakwah tidak membutuhkan pertanyaan Ada apa dengan Cinta.</p>
<p>Cinta aktifis dakwah ada dalam tingkatan ketaatan, Allah Sang Raja, Rasulullah Sang kekasih, Perjuangan yang dirindukan, dan Pasangan hidup yang menyejukkan pandangan, serta anak-anak saleh dan salehah sebagai bunga dan buahnya. Cinta tulus, cinta murni, cinta yang hidup dan menghidupkan.</p>
<p>Lalu secara reflek saya mengaitkan itu dengan kehidupan cinta antara pasangan aktifis dakwah. Antara Rasul Yang Mulia dengan Ummahat al-Mukminin , antara para shahabat dengan istri mereka. Lihatlah ekspresi cinta Ali bin Abi Thalib terhadap Fathimah putri Rasulullah, Zubair bin Awwam terhadap Asma&#8217; binti Abi Bakar , Ummu Sulaim terhadap Abu Thalhah, juga ekspresi cinta Hanzhalah, Khansa&#8217;, Nusaibah, dan para aktifis dakwah zaman ini. Mencintai istri atau suami tidak membuat mereka menjadi lemah atau mundur ke belakang. Mencintai istri atau suami juga tidak membuat mereka menjadi tak berdaya atau tak mandiri. Justru yang kita saksikan dalam sejarah, mencintai membuat mereka menjadi semakin kokoh, lebih produktif dan kontributif dalam beramal, lebih matang dan bijaksana dalam berperilaku. Dengan kata lain, mereka menjadi semakin `berkembang&#8217; dan`bersinar&#8217; setelah menikah!</p>
<p>Betapa indahnya jika ekspresi cinta kita kepada istri atau suami membawa dampak seperti itu! Betapa indahnya jika ekspresi kita dalam mencintai istri atau suami memberi pengaruh positif pada kehidupan kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai aktifis dakwah.</p>
<p>Menurut saya, mencintai istri atau suami tidak berarti `kehilangan&#8217; diri kita sendiri. Tidak juga berarti kehilangan privacy, tidak membuat kita merasa `terhambat&#8217;, `terbelenggu&#8217;, atau `tak berdaya&#8217;.<br />
Kita bisa mencintai istri atau suami kita sambil tetap memiliki kepribadian kita sendiri, tetap memiliki privacy. Tentu saja semuanya dalam batas tertentu dan tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan syari&#8217;at Allah.</p>
<p>Bahkan yang lebih dahsyat adalah, jika cinta kita kepada istri atau suami memiliki `kekuatan&#8217; yang menggerakkan dan memotivasi. Lalu cinta itu mampu membuat kita `berkembang&#8217;, menjadikan kita semakin energik, produktif dan kontributif! Dengan begitu, pernikahan membawa keberkahan tersendiri bagi dakwah. Karena, dakwah mendapatkan`kekuatan dan darah baru&#8217; dari pernikahan para aktifisnya.</p>
<p>Apakah hal itu terlalu idealis? Karena kenyataan kadang berkata sebaliknya. Berapa banyak ikhwah kita yang setelah menikah merasa dirinya tidak berkembang? Atau merasa hilang potensinya? Saya tidak ingin mengatakan kondisi `tenggelamnya&#8217; ikhwah setelah menikah sebagai sebuah fenomena, meski kondisi seperti ini sering saya jumpai.</p>
<p>Saya tak ingin membahas kenapa itu terjadi, apalagi mencari `kambing hitam&#8217; segala. Tetapi kita patut merenungkan kata-kata Imam Syahid Hassan Al-Banna ketika berbicara tentang pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Saya kutipkan kata-kata beliau ini yang terdapat dalam buku Hadits Tsulasa, halaman 629… &#8220;Kehidupan rumah tangga adalah &#8216;hayatul amal&#8217;. Ia diwarnai oleh beban-beban dan kewajiban. Landasan kehidupan rumah tangga bukan semata kesenangan dan romantika, melainkan tolong- menolong dalam memikul beban kehidupan dan beban dakwah…&#8221;</p>
<p>Rumah tangga merupakan lahan amal. Rumah tangga juga menjadi markaz dakwah. Perjalanan kehidupan rumah tangga para aktifis dakwah bukan hanya dipenuhi romantika semata, tetapi juga diwarnai oleh dinamika semangat beribadah, beramal dan berdakwah. Sebuah perjalanan rumah tangga yang bernuansa ta&#8217;awun dalam memikul beban hidup dan beban dakwah. Subhanallah!</p>
<p>Saya memberikan apresiasi kepada para ikhwah yang setelah menikah justru semakin `bersinar&#8217;, kokoh, matang, bijaksana, energik, produktif dan kontributif dalam beramal, sambil menjaga keseimbangan dalam menunaikan tugas sebagai suami atau istri dan juga sebagai ayah atau ibu. Saya percaya, untuk bisa mendapatkan semua kondisi itu ada proses panjang, kerja keras dan pengorbanan yang tidak kecil.<br />
Barakallahu fiik.</p>
<p>Lalu untuk ikhwah yang masih merasa `terhambat, terbelenggu dan tidak berkembang&#8217; setelah menikah, saya ingin memberi apresiasi secara khusus. Berusahalah untuk menghilangkan perasaan terhambat, terbelenggu atau tidak berkembang itu. Ya, sebab membiarkan perasaan-perasaan semacam itu menguasai diri kita, sama saja dengan`menggali kuburan sendiri&#8217;. Bukankah lebih baik jika kita tetap berpikir jernih dan positif? Lalu mencari bentuk kontribusi yang paling memungkinkan yang bisa kita berikan untuk dakwah. Bisakah kita tetap berhusnuzhon, selama kita ikhlas menjalani hidup kita, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita? Bisakah kita tetap yakin, bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh gelar, jabatan, posisi, kedudukan, ketokohan dan kondisi fisik lainnya?!</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertakwa diantara kamu&#8221; (QS al-Hujurat:13).</p>
<p>Jadi, tetaplah tegar dan sedapat mungkin beramal sesuai kemampuan dan kesanggupan, karena kita tidak dituntut untuk beramal diluar kemampuan dan kesanggupan kita.</p>
<p><em>oleh: Ahmad Fahmi (Calon Suami Sekaligus Calon Ayah Insya Allah)<br />
Dari Berbagai Sumber</em></p>
<p><em>send by  <a href="mailto:fahmi_alqassam@yahoo.com">fahmi_alqassam@yahoo.com</a></em></p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kpranarja.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kpranarja.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=16&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/02/cinta-aktifis-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Keluar WC</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/02/doa-keluar-wc/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/02/doa-keluar-wc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 06:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[غُفْرَانَكَ Aku minta ampun kepada-Mu HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=15&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Traditional Arabic';"><strong>غُفْرَانَكَ</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Traditional Arabic';"><strong>Aku minta ampun kepada-Mu</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Gill Sans MT;"><strong><span style="font-size:x-small;">HR. </span><span style="font-size:8pt;font-family:'Gill Sans MT';">Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai</span></strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kpranarja.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kpranarja.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=15&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/02/doa-keluar-wc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Masuk WC</title>
		<link>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/02/doa-masuk-wc/</link>
		<comments>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/02/doa-masuk-wc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 06:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpranarja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpranarja.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللهِ] اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ Dengan nama Allah. Ya Allah, se-sungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perempuan HR. Al-Bukhari<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=14&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:18pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Gill Sans MT';"><span style="font-size:18pt;font-family:'Traditional Arabic';"><strong>بِسْمِ اللهِ<span style="color:#ffffff;">]</span> اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ</strong></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Gill Sans MT';"><span style="font-size:18pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Gill Sans MT;"><em><strong>Dengan nama Allah. Ya Allah, se-sungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perempuan</strong></em></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span style="font-size:12pt;font-family:'Gill Sans MT';"><span style="font-size:18pt;font-family:'Traditional Arabic';"><span style="font-size:x-small;font-family:Gill Sans MT;"><strong>HR. Al-Bukhari</strong></span></span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kpranarja.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kpranarja.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpranarja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpranarja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpranarja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpranarja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kpranarja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kpranarja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kpranarja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kpranarja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpranarja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpranarja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpranarja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpranarja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpranarja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpranarja.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpranarja.wordpress.com&amp;blog=3828059&amp;post=14&amp;subd=kpranarja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpranarja.wordpress.com/2008/06/02/doa-masuk-wc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc99288b50260b93196cb2b1f3b4b7c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kpranarja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
